[µ Tan: Gerilya Bawah Tanah || ☆ PDF Read by Î Hendri Teja]
Aug 05, 2020 - 08:11 AMBy Hendri Teja

Pada tahun 1926 1927, pemberontakan rakyat terhadap Pemerintah Hindia Belanda rontok di tengah jalan Tan Malaka, sosok revolusioner yang tak berhasil mencegah pemberontakan prematur tersebut, terlepas dari tangkapan Bersama dua sahabatnya, Subakat dan Jamaluddin Tamin, ia mendeklarasikan Partai Republik Indonesia di Bangkok, kemudian berpencar, menyelundup ke negeri negePada tahun 1926 1927, pemberontakan rakyat terhadap Pemerintah Hindia Belanda rontok di tengah jalan Tan Malaka, sosok revolusioner yang tak berhasil mencegah pemberontakan prematur tersebut, terlepas dari tangkapan Bersama dua sahabatnya, Subakat dan Jamaluddin Tamin, ia mendeklarasikan Partai Republik Indonesia di Bangkok, kemudian berpencar, menyelundup ke negeri negeri koloni di Asia Tenggara dan Tiongkok Sementara di Tanah Air, muncul sosok revolusioner lain bernama Sukarno.Tetapi, semua upaya perlawanan terhadap pemerintah kolonial tak lepas dari intaian agen intelijen pemerintah Berkongsi dengan dinas intelijen Siam, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, mereka merancang muslihat untuk menumpas gerakan perlawanan seakar akarnya Sasaran utamanya tak lain adalah Tan Malaka, sosok paling berbahaya bagi pemerintah Dari negeri ke negeri Tan terus berkelit dari kejaran Akan tetapi, di sela sela teror yang mengancam, persahabatan dan cinta kasih pun mekar.Novel sejarah ini mengisahan perjuangan Tan Malaka, tokoh sentral perjuangan kemerdekaan kaum pribumi, bersama sekelompok pemuda untuk membebaskan bangsanya dari belenggu penjajahan, menegaskan bahwa cita cita kemerdekaan mampu melampaui ketakutan pada ancaman penjara, pembuangan, hingga kematian, membawa kita pada suatu masa ketika gagasan Indonesia Raya mulai tumbuh bersemi.
  • Title: Tan: Gerilya Bawah Tanah
  • Author: Hendri Teja
  • ISBN: -
  • Page: 466
  • Format: Paperback

Comments

Jenny Indarto Aug 05, 2020 - 08:11 AM
Buku kedua ini akan tersedia pd tgl 16 Oktober 2017 Novel ini luar biasa, saya harus berkali2 balik ngingetin diri sendiri spy gak kebawa perasaan dan harus ttp kerja meriksa aksaranya Berkali2 saya harus balik ke kerjaan krn berkali2 juga saya baca tanpa meriksa typo dll Intinya saya BAPER Saya sangat mengagumi sosok Tan Malaka, dan jujur rasa ingin tau saya masih blum terpuaskan walau novel ini udah setebal 500 halaman songong I want MORE, tentang Tan Dan semoga semuanya terpuaskan di buku ke [...]
Click to Replay
Faiz Aprilia Aug 05, 2020 - 08:11 AM
Kalau kisah kisah perjuangnnya, saya tidak mau komentar Hendri Teja berhasil membawa saya larut dalam perjuangan kemerdekaan lintas negara tersebut Namun,sebenarnya saya mencari cari sosok Enur yang lain di novel ini Memang ada Carmen, sayangnya karakternya tidak sekuat sosok Enur Carmen hanya perempuan mandiri, tetapi dibutakan oleh cinta Klise sebenarnya Seandainya pengarangnya mau mengulas Inggit Gadarsih lebih banyak pasti akan lebih baik lagi Namun, novel ini tetap keren, bagus untuk jadi p [...]
Click to Replay
Juliansyah Efriko Aug 05, 2020 - 08:11 AM
Sedari dulu saya dikabarkan bahwa Indonesia dan Malaysia adalah satu kesatuan dalam gerak langkah melawan kolonialisme Orang orang Indonesia, utamanya, suku Minangkabau punya andil besar dalam membakar semangat perjuangan orang orang Melayu di Malaysia Dan novel ini agaknya cukup mumpuni untuk memotret hal ini Diceritakan dengan menarik, bagaimana perjuangan Tan Malaka dan para aktivis PARI bahu membahu untuk memerdekakan tanah Melayu Hindia Belanda, Semenanjung Malaya, Pulau Tumasik, sebagian S [...]
Click to Replay
Deski Tanjung Aug 05, 2020 - 08:11 AM
Membaca novel ini seperti membaca kisah spionase ala James Bond zaman dulu Ada aksi kejar kejaran dan tembak menembak Ada kerinduan akan tanah air yang tidak pernah kesampaian Ada pengkhianatan, cinta dan persahabatan.Saya sendiri susah membayangkan kehidupan seperti itu Bagaimana seseorang seperti Tan Malaka dan kawan kawannya bisa hidup dalam banyak nama samaran, berpindah pindah negara, tetapi tetap memikirkan kemerdekaan Indonesia Padahal, mereka bisa memilih untuk mencari kemapanan di neger [...]
Click to Replay
Nadila Karina Aug 05, 2020 - 08:11 AM
Sebagai sekuel novel ini menarik Ada perbedaan besar dengan Tan Sebuah Novel baik dari gaya bahasanya maupun sudut pandangnya yang memakai perspektif orang ketiga Satu yang tak berubah adalah risetnya Hampir hampir semua tokoh, termasuk nama tempat, gunung, sungai, jalan dan suasana kebatinan akhir 1920 1930 an itu digambarkan secara detail Satu yang buat saya geleng geleng, pengarang, sukses membolak balik pikiran saya tentang pertanyaan komunis dan Islam Pertentangan ini digambarkan dengan san [...]
Click to Replay
Yulio Adi candra Aug 05, 2020 - 08:11 AM
Sebulum membaca buku ini, saya harus membaca sedikit bukan Tan yang pertama Hanya untuk sekedar mengingat ingat nama nama yang sempat lupa.Buku dari Bung Hendri memang selalu enak dibaca, dengan bahasa yanv menarik, membuat si pembaca dengan mudah masuk dalam karakter didalam buku ini.Membaca buku ini juga mengingatkan pada bukunya Pram Rumah Kaca Bahkan dalam beberapa cerita karakter dari novel Rumah kaca diambil, ini seakan seperti lanjutan novel rumah kaca.Menceritakan gerakan Tan Malaka dan [...]
Click to Replay
Anita Natalia Aug 05, 2020 - 08:11 AM
Novel ini paling tidak bisa menggambar perjuangan Partai Republik Indonesia PARI , satu partai yang berdiri sebulan sebelum PNI nya Sukarno Sampai sekarang, literatur PARI yang didirikan di Siam memang masih jarang Satu episode dari Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia yang barangkali belum familiar di telinga generasi zaman now
Click to Replay
Rahmat Chaniago Aug 05, 2020 - 08:11 AM
Saya suka quote Winanta sewaktu ia ditanya Subakat, bagaimana kira kira sejarah akan mengingat mereka Mungkin malah tidak diingat sama sekali Kau tahu sendiri bagaimana sejarah diajarkan di sekolah sekolah gubermen Serba omong kosong Sekadar melangggengkan kekuasaan Nyatanya, bukan hanya Gubermen yang berperilaku seperti itu ya Malangnya.
Click to Replay
Arief Piliang Aug 05, 2020 - 08:11 AM
Membaca novel ini jadi seperti membaca Rumah Kaca nya Pram dan Pacar Merah Indonesia nya Manu Mona Perpaduan antara tipu muslihat agen intejelen pribumi, dengan pengembaraan kaum eksil di bumi Asia Timur Apalagi, ada Sukarno dan Hatta pula di dalamnya Namun, jujur, saya agak pusing baca pusing baca risalah risalah ideologinya, yang jauh lebih keras ketimbang Tan Sebuah Novel.
Click to Replay
Venta Adetia Pratiwi Aug 05, 2020 - 08:11 AM
Lelaki kaum pergerakan hanya layak dicintai, bukan dinikahi Ibarat burung, jika kakinya diikat sebentar, dia akan canggung terbang tinggi Tetapi jika kakinya diikat terlampau lama, dadanya akan meledak akibat gejolak hasrat Nyonya Shang, Ibunda Carmen.Jangan jangan ini alasan kenapa percintaan Tan Malaka tak pernah sampai jenjang pernikahan ya.
Click to Replay
Qoabala Ihromi Aug 05, 2020 - 08:11 AM
Di novel bagian kedua ini kalau menurut saya sedikit kurang menggambarkan sosok tan malaka dibagian kedua Tapi lebih ke perjuangan bersama rekan rekannya mendirikan PARI Plot ceritanya cukup banyak dibuku ini banyak menceritakan teman seperjuangan tan malaka Tapi buku ini novel yg sangat bagus dalam mengemas sejarah ditunggu novel tan selanjutnya bung
Click to Replay

Leave a Comment

Name
Email
Your Comment
Tan: Gerilya Bawah Tanah By Hendri Teja Pada tahun 1926 1927, pemberontakan rakyat terhadap Pemerintah Hindia Belanda rontok di tengah jalan Tan Malaka, sosok revolusioner yang tak berhasil mencegah pemberontakan prematur tersebut, terlepas dari tangkapan Bersama dua sahabatnya, Subakat dan Jamaluddin Tamin, ia mendeklarasikan Partai Republik Indonesia di Bangkok, kemudian berpencar, menyelundup ke negeri negePada tahun 1926 1927, pemberontakan rakyat terhadap Pemerintah Hindia Belanda rontok di tengah jalan Tan Malaka, sosok revolusioner yang tak berhasil mencegah pemberontakan prematur tersebut, terlepas dari tangkapan Bersama dua sahabatnya, Subakat dan Jamaluddin Tamin, ia mendeklarasikan Partai Republik Indonesia di Bangkok, kemudian berpencar, menyelundup ke negeri negeri koloni di Asia Tenggara dan Tiongkok Sementara di Tanah Air, muncul sosok revolusioner lain bernama Sukarno.Tetapi, semua upaya perlawanan terhadap pemerintah kolonial tak lepas dari intaian agen intelijen pemerintah Berkongsi dengan dinas intelijen Siam, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, mereka merancang muslihat untuk menumpas gerakan perlawanan seakar akarnya Sasaran utamanya tak lain adalah Tan Malaka, sosok paling berbahaya bagi pemerintah Dari negeri ke negeri Tan terus berkelit dari kejaran Akan tetapi, di sela sela teror yang mengancam, persahabatan dan cinta kasih pun mekar.Novel sejarah ini mengisahan perjuangan Tan Malaka, tokoh sentral perjuangan kemerdekaan kaum pribumi, bersama sekelompok pemuda untuk membebaskan bangsanya dari belenggu penjajahan, menegaskan bahwa cita cita kemerdekaan mampu melampaui ketakutan pada ancaman penjara, pembuangan, hingga kematian, membawa kita pada suatu masa ketika gagasan Indonesia Raya mulai tumbuh bersemi.

Share this article...
  • [µ Tan: Gerilya Bawah Tanah || ☆ PDF Read by Î Hendri Teja]
    466 Hendri Teja
  • thumbnail Title: [µ Tan: Gerilya Bawah Tanah || ☆ PDF Read by Î Hendri Teja]
    Posted by:Hendri Teja
    Published :2019-01-06T02:34:29+00:00